Tentang cinta yang melayang dan kembali berupa hembusan angin.
Aku mengerti tentang cinta rasanya sudah lama. Namun mengerti itu cinta atau bukan, mungkin mulai kemarin-kemarin.
Cinta itu bukan nafsu, dan cinta itu tidak ternodai oleh nafsu.
Aku tau aku mencintai dia dan menghasilkan sesuatu.
Sesuatu yang seharusnya aku targetkan untuk poin-poin emas yang haruskudapatkan.
Lihat!!!
Alloh itu Maha Baik bukan?
Aku tak mentargetkan hal itu, di samping hal itu adalah yang seharusnya ditargetkan.
Tetapi aku mendapatkannya secara hampir Cuma-Cuma.
mengerti?
Tidak?
Jadi misalnya begini, kau memasang target bulan ini untuk kuliah di universitas negri, kau mendapatkannya sekaligus kau bisa kursus bahasa inggris di lembaga ternama.
Dulu aku bahagia, bahkan sangat bahagia dengan semua yang telah aku dapat dan aku cari. Tapi seakan aku memakai kaca mata yang kudapat dari segala argumennya. Tetapi semua itu tak lama, hanya berumur kuranf lebih 1 tahun.
Waktu yang terus berputar membawa diriku yang harus melepas kaca mata itu. Rela tidak rela keadaan yang menelanjangi mataku yang sudah terkacamata sedari dulu darimu. Namun tak sepenuhnya itu salah dan membuatku rumit. Justru keadaan ini membawaku pada pertangggung jawaban atas apa yang telah aku ucapkan. Apakah cinta yang sesungguhnya memang sungguh-sungguh atau hanya domplengan dari rasa sayang pada sesame manusia belaka.
Tetapi terlepas dari pertanggung jawaban yang harus aku emban. Kini cinta pencentus cinta itu sedang melayang entah kemana.
Aku sedih, aku rindu padanya, aku marah, aku kecewa, aku cemburu, aku ikhlas dan aku tak mengerti. Mungkin ini galau, sampai-sampai banyak yang ikut serta dalam kemelayangan dirinya.
Sayang, mungkin kini aku tak semampu dulu mengatakan ‘aku sayang kamu’ ‘aku cinta kamu’.
Dalam suka kupercaya kukan bisa menemani dayang cinta – Letto
Kini kepercayaan itu rasanya tak sekuat dulu. Banyak hal yang kutuduh kau yang menghancurkannya. Banyak hal yang kutuduhkan mereka merebut posisi amanku bersama cinta sejatiku. Banyak sekali hal-hal yang tanpa alasan yang jelas.
Aku ingin menyudahi semua ini, tapi begitu banyak provokasi.
Cinta
Cinta
Cinta
Kini aku hanya melempangkan segalanya. Siapa saja aku tak peduli. I don’t care about this love or about that love. I’am not okay with this situation.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar