Minggu, 29 Januari 2012

it's absolutely wrong

lanjutan cerpen 2 hari berturut-turut

status-statusku di facebook mendadak menjadi seperti orang bule yang lagi galau, alias lagi gloomy .. hufft liatin aja :

"i think, i'll feel, what did you feel.
I will experience. what you experienced?
i shouldn't think about them. it's absolutely wrong.
no one should know about this"

"what thing do i think? this is pitfalls of the past, ya Allah save me now and take me out of here :'(
what thing do i think ??? -___-

-**-"

kaaan galau banget, mentang-mentang Adisa lagi ikutin kursus inggris jadinya kebule-bulean gini deh..
balik lagi ke Indonesia :)
masalah di Indonesia memang tak ada habisnya, lebih bermasalah lagi kalau Adisa tinggal di Inggris, actually :p
masalah yang mana??
yang mana lagi kalau bukan tentang Ardo dan Yolanda.
loh memang kenapa lagi dengan mereka?
bukannya Yolanda sudah pindah ke Sulawesi untuk melanjutkan studi di sana dan biar deket sama tunangan tercintanya?
dan ardo sudah tak pernah bertemu lagi dengan Adisa semenjak hal itu?
so./////???


ini dia cerita dimulai :)

Ardo masih lah menjadi milik hati Yolanda, atau Ardo yang menyerahkan hatinya untuk Yolanda, aku pun tak tahu hal yang mana yang benar adanya.
bagaimana tidak? bayangkan saja sekarang pelik banget masalah tentang mubes, LPJ, proker dan bakti sosial atau bahasa singkatnya baksos ..*padahal bukan gue juga yang buat LPJnya kok jd pusing *ehh'
yups tentang itu semua, seperti yang udah gue rasain selama setahun lebih belakangan kalau gue memang mencintai lelaki misterius bernama Addin.
lalu kak Dimas ?
yaudah sementara singkirkan beliau, ini cukup tentang kami, jangan tambah bikin repot deh Kak Dimas, ah !!! *marah biar tegas..
gue pengen event baksos yang kebetulan gue yang jadi ketua pelaksananya, menjadi acara paling sukses sepanjang karir gue *agak berlebihan*
ya yang namanya seorang ketua, pasti punya hasrat untuk membuat acara yang dibawahinya menjadi acara teranyar sepanjang masa sebelum kiamat. ya kan ??
begitu juga dengan gue yang kali ini kedapetan jadi ketua, setelah waktu itu gue gagal jadi ketua PKM-K *soalnya ga masuk PIMNAS, gue gak mau gagal lagi untuk yang ke sekian kalinya.
darah ketuaan pun muncul di pori-pori gue *sserem amat, ya pokoknya gitu deh, dan gue pun ingin tempat baksos yang di mata gue dan dan Alloh melalui tangan panjangnya, ya begitulah *mulai ga jelas, adalah tempat yang benar-benar layak buat dikasih bantuan sosial.
maka itu gue konsultasi sana sini, termasuk dengan Addin dan Ardo,
di sinilah mulai kesalahan, kekesalan, penyesalan dan keterjebakan gue oleh setan alas :(
gak sengaja di suatu malam gue emang lagi smsan sama ardo dan gue pun keingetan tentang baksos yang lagi gue emban, yasudahlah gue memtuskan untuk bertanya sama ardo bagaimana, apa dia punya rekomendasi tempat yang oke dan pantas?
"ya ada doong banyak malah, emang dulu sempet kerjaan gue terjun ke tempat kayak gituan."
mendengar jawaban kayak gitu dari ardo gue seneng banget, berarti masih ada harapan acara gue akan berjalan lebih sempurna lagi *ketua maklum*
soalnya singkat cerita nih ya, tempat yang gue dan temen gue datengin beberapa waktu lalu, kurang srek aja di jantung gue ...
dengan sok polos gue ajaklah si Ardo buat survey alias nemenin survey, jawaban ardo pun bener-bener bikin gue mlayang seakan Yolanda gak pernah ada
"boleh aja atuh hayu, kapan maunya? tapi nanti pas acara baksosnya aku ikut yah."
gue seneng banget bukan kepalang.
gue udah ngebayangin gue akan merasakan apa yang yang selama ini Yolanda rasakan, dibawa pergi berdua sama Ardo, dan itu ke tempat yang jauh dan untuk hal yang berguna..
ini adalah moment-moment yang paling aku tunggu, sebenarnya gak nunggu juga, karena semenjak tahu dan mengalami banyak kejadian yang menunjukkan bahwa Yolanda hanya buat Ardo dan sebaliknya, gue kapok aja.
tapi sekarang, Yolanda gak mungkin ganggu gue lagi, dia kan udah gak di sini lagi, dia ada di sulawesi. dan gue sama ARdo akan menjadi pasangan paling romantis *gila juga lama-lama*
buru-buru gue menetapkan tanggal dan jam yang akan gue pakai untuk menikmati semua yang dulu Yolanda rasakan.

gue pun gak lupa buat cerita sama evina, temen gue yang sibuk mengurus LPJ dan selaku skretaris acara yang gue gawangi.
"Kalian surveynya berduaan aja? hihi hati-hati loh."
pas si evina sms kayak gitu gue rada tersinggung sih, maksudnya apa? dia gak percaya sama perubahan gue ? hmm ini sebenarnya adalah orang yang sedang bersalah, seseorang yang sedang melakukan kesalahan pasti akan marah kalau kesalahannya ditebak sama orang lain.
yap, kesalahan gue adalah gue berharap merasakan apa yang Yolanda rasain dulu.
gue ahirnya membalas "ohh gue mah pasti baik-baik aja vin, soalnya kan dari dulu juga tiap gue rencana jalan sama Ardo pasti gagal mulu, Ardo seakan tercipta buat Yola bukan buat gue, jadi everythings gonna be okay sistth"
dengan menjerit dalam hati kalau gue emang pengen banget acara survey itu kejadian :)
evina pun membalas lagi, "Ada yang mengganjal di kepalaku."
aku langsung khawatir, jangan-jangan evina sakit, "pusing?"
dan ternyata dia langsung membeberkan semuanya untukku.
"sebenrnya emang jalan berdua dengan cowok itu ga selamanya benar, dan kalau jalannya juga demi kebaikan dan acara yang mengatasnamakan Alloh, Alloh pasti akan melindungi, hah padahal aku juga masih sering getting diboncengin cowok."
sekali lagi aku meyakinkan evina agar dia tenang "everythings gonna be okay."
padahal dalam hati aku menyimpan, "evina, kamu yang gak tau bagaimana perasaan aku saat Yolanda menikmati semuanya di atas tangisan dan perasaan aku, dia gak peduli sama perasaanku saat itu vin, aku hanya ingin merasakan apa yang Yolanda rasakan saat dulu."
namun evina tak akan pernah mendengar jeritan hati gue ini.
dan Addin pun seakan sedang mati suri.

"Adisa selasa jadi nih? tapi ada syaratnya yaa" sms itu mengagetkanku, aku pikir-pikir palingan juga syaratnya ongkos bensin gue yang bayar semua, setelah dengan kilat itung-itung tabungan, ini mah cukup lahh buat bensin, sama janji buat traktir dia.
"Ya apa dho ?"
gue pun menunggu bacaan sms yang mengatakan "bensin" tapi hal itu gak mungkin terjadi sampai kapanpun kaykanya, karena balesannya Ardo adalah :
"1. kita naik umum
2. jangan berdua, hehe.. ya?"

JLEB!!!!!

buru-buru gue beresin otak gue yang mungkin lagi skip...
gue langsung bales "oke deh, aku bawa temen aku yah, soalnya selasa juga aku mau ketemuan sama dia."
Ardo membalas singkat "ok ok."

krik

semua ini membuat gue terdiam sejenak, mana gue lagi main laptop dan pas banget lagunya muter tak ada yang abadinya peterpan..
yaps seakan addin sedang mendendangkannya buat aku, *loh *ehhhh
kejadian ini membuat gue sadar :
1. gue masih terjebak di masa lalu.
2. hal yang buruk gak akan dilancarkan oleh Alloh
3. Alloh sayang gue
4. Evina benar

yang pertama, ini lah yang susah !!!!
karena masa lalu gue ya sama aja kayak anak-anak remaja lainnya, jalan bareng aja sama cowok mana kek, santai aja, mau pake rasa apa enggak ya begitulah gue di masa lalu, sama sekali gak ikutin syariat!!!! jahiliyah!!

di mana tangan panjang-Nya?
di mana Addin ?
seakan di telan bumi..
seakan membiarkan aku berjalan sendiri untuk menguji kesetiaanku pada ajaran kami..
dan aku pun tertegun
it's absolutely wrong

3 komentar:

  1. Haii selfa, I've read the short story.
    Dari cerita, lumayan, susah ketebak sebenernya maunya juntrungannya apa. Hhe.
    Kalau bahasanya dan tata cara penulisan (punctuation) di rapikan lagi, bisa dikirim ke majalah remaja islami ;). Lanjut berkarya ! Semangat !

    BalasHapus
  2. btw, karakter lo kuat banget disini, bagus menurut gue

    BalasHapus
  3. terkadang atau bisa dibilang sering, rencana yang kita susun tidak berjalan semulus apa yang kita harapkan, tetapi bukan berarti kita berpasrah terhadap keadaan,, manusia menentukan sikapnnya salah satunya oleh FOR(frame of reference) dan FOR(field of experiment) * eh bener gak sih haha
    inti dari cerita yg kuambil ialah terus rencanakan dan lakukan sesempurna mungkin walaupun rencana yang kita buat tidak semulus paha bayi*eh salah, semulus yang kita harapkan..

    BalasHapus