Rabu, 20 April 2011

sinopsis (calon) film pendek "Tahun Hutan Dista"

Sinopsis
Dista dan teman-teman Rohisnya sedang melakukan pendakian ke Gunung Batu. Jalanan yang terjal juga curam membuat Dista agak kesulitan untuk melalui material tersebut. Pada suatu saat mereka harus melewati turunan terjal dan licin. Dista sangat takut akan hal ini, lalu dia dibantu oleh Addin (salah satu Ikhwan rohis tsb) dengan menggunakan perantara sebatang kayu untuk menggandeng tangan menuntun jalan turunan itu. Saat Addin membantunya Dista terlihat sangat salah tingkah karena Addin adalah lelaki yang selama ini ia taksir. Badan Dista sedikit lebih besar dari pada Addin, Addin agak kesulitan dalam menuntun Dista, begitu pula sebaliknya, Dista juga merasa gandengan yang melalui kayu itu tidaklah kuat. Karena jalanan yang sangat licin dan campur tanah juga, Dista terpeleset membuat kayu perantara itu patah, patahannya sebagian terbawa Dista jatuh ke jurang dan sebagian lagi masih ada pada tangan Addin. Orang-orang panik dan mencoba mencari Dista tapi tidak ketemu juga.
Dista terperosok di belahan hutan yang tak jelas dan pingsan. Beberapa menit kemudian ia terbangun, dan berteriak-teriak minta tolong tetapi tidak ada seorangpun yang datang. Dista memandangi potongan kayu yang ada di genggamannya dia berharap Addin menemukan dan menyelamatkannya. Hari demi hari Dista sendiri tanpa ada yang menolong. Sampai suatu hari Dista bertemu dengan Suku Balabili yang berpakaian serba hijau bercorak daun-daunan. Mereka berjumlah banyak seperti suatu komunitas. Aktifitas mereka yang unik membuat Dista betah hidup bersama mereka. Keseharian mereka adalah menari-nari, makan daun-daunan, minum air sungai yang ada di dekat hutan itu, kadang air hujan. Kerjaannya setiap hari hanya bersenang-senang menari, menyanyi dan lain-lain. Dista merasa nyaman tinggal bersama mereka.
Setelah beberapa lama ada saat di mana Dista sedang asik berjoget kemudian, Addin menemukannya. Dista senang dan ingin memperkenalkan Addin dengan suku itu, namun saat ia melihat ke belakang tidak ada siapa-siapa. Addin juga menanyakan mengapa dia tadi berjoget-joget sendiri. Ternyata Suku Balabili hanyalah halusinasi dan fantasi Dista selama ini. Kemudian sesosok perempuan datang dari belakang Addin dan bertanya tentang pencarian Addin, wanita itu memanggil Addin dengan sebutan “Abi”. Dista syok berat atas kejadian itu, dia menangis mengetahui Addin sudah menikah dan ternyata waktu sudah bergulir 4 tahun lamanya. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang berpakaian hijau bermotif daun seperti suku balabili menyapa mereka, menanyakan, apakah ada yang termasuk tim Hijau Jalan. Dista menoleh dan pandangannya tertuju lama oleh lelaki itu. Lelaki itu mencuri hatinya, Lalu Dista ikut lelaki tadi. Dista bertanya apakah mereka Suku Balabili, dia bilang bukan, dan lelaki itu mau menerima Dista meski bukan tim Hijau Jalan.

1 komentar: