Aku Ingat Tuhan Melalui ddia
Saat aku mengetahui diriku salah, aku diam.
Saat aku menyadari semua ini adalah sesuatu yang salah, aku menangis.
Saat aku mengeluh akan keadaan yang salah, aku hanya bisa diam.
Saat aku inginkan perubahan dari hal yang salah, aku hanya bisa berniat.
Aku hanya manusia yang mungkin kotor, mungkin kumal, mungkin ,kusam, mungkin menjijikan, mungkin juga yang masih suci. Berangkat dari sumur yang paling nista sedunia. Beranjak dari kegelapan yang terkutuk sejagad raya. Aku tahu aku berlumur lumpur tanpa daya. Tapi Alloh adalah energy pada saat itu.
Bagaimana aku dapat naik ke permukaan dan meninggalkan semuanya ini. aku hanya dapat berniat saja, dan saja. Aku hanya dapat berniat Tuhan !!!!!!
Kemudian, Tuhan adalah maha segalanya, Alloh Maha Agung dan tak pernah meninggalkan nasib hambanya. Sebuah PERUBAHAN, yang harus aku lakukan sekarang. Aku tahu ini akan sangat berat, namun PERUBAHAN adalah jalan yang paling baik. Karena sebaik-baik tempat bukanlah tempat asalku yang sebelumnya.
Kugenggam perubahan yang paling signifikan dalam hidup. Aku bahagia, beribu syukur sekaligus setiap hembus nafasku adalah Alhamdulillah yah , karena lembah nista sudah kutinggal jauh dan tak mau untukku sentuh lagi. Maka aku benar-benar menemukan ddia, ddia..
Ddia yang ada dalam hidupku mulai sejak dulu, jauh sebelum kenistaan melumuri semuanya yang ada, ddia yang ada mengisi dan mencoba mengobati memperbaiki jauh sebelum aku terperosok dalam kegelapan. Dan aku tahu segala yang ia pegang memang lah yang paling benar, ddia adalah tangan panjang ajaran yang paling benar menurutku.
Segala perubahan yang aku lakukan membawaku kepadanya dengan berbagai pertemuan yang ada. Dengan berbagai kesempatan interaksi dan komunikasi yang sangat intensif. Tuhan aku bahagia bukan hanya karena aku sudah keluar dari segala keburukan pada saat itu, karena jawaban atas pertanyaan besar dalam hidup saat itu sedikit demi sedikit terjawab sudah. Lalu kurasakan bagaimana indahnya kebenaran dan tentramnya jalan-Mu.
Seperti biasa di tengah kebenaran yang aku pilih dan aku jalankan, serta dia selalu tanamkan lalu aku memetik tanamannya, aku pun masih seperti yang dulu. Aku masih sangat yang dulu. Be a different girl, dan ddian juga ternyata be a different man. Hebat kamu benar-benar hebat, kau berdiri dengan kebenaran, sedang aku berdiuri dengan prinsip yang mungkin aneh. Kau menyegarkan!
Hidup ini adalah pergolakan yang dapat datang juga meredam sewaktu-waktu yang dapat ditentukan dan tidak ditentukan pula. Life is full surprise. And a will be prepare for it.
Tetapi hanya saja saat ini baru beberapa kali saja aku menemukan lubang gelap itu jalan-jalan dan menunjukan badannya di samping jalanku. Tuhan , Ya Alloh aku tahu Kau yang paling Maha Agung, hanya pada-Mu kulakukan ini semua. Mungkin banyak yang lebih dari pda aku dengan segala jalan kebenaran, tapi mengapa kalian terangkan lampu di sumur itu?? Aku tak tahu mengapa. Kuanggap ini sebagai ujian sekalogus cobaan buatku, semuanya harusku pertahankan.
Namun Tuhan, maafkan aku dan mohon ampun aku Tuhan. Ya Alloh ampuni aku, jika aku masih sedikit membelot dari jalan-Mu, dan aku sedikit berpaling pada sumur yang fana. Tetapi karena ddia aku dapat langsung terlempar ke on trek lagi. Dia seakan ibu yang sedang menyelamatkan anak batitanya yang hendak tercebur ke sumur. Maafkan aku ya Alloh. Karena aku mengingat-Mu dengan perantara karena hatiku yang masih perlu pembelajaran keras.
Berbagai warna ada di dunia ini, ada yang mencolok antara satu dengan yang lainnya, ada yang tersamarkan namun tetap saja berbeda. Alloh selamatkanlah aku selalu walau aku mengingat-Mu melalui ddia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar