Perasaan malam ini :
Aku tak tahu mengapa malah jadinya seperti ini ya?
Kau selalu saja bergemuruh saat yang lain mungkin tertidur akan lelahnya normalisasi. Dan kau selalu bergemuruh sehingga aku mungkin terganggu.
Aku tak salahkan itu padamu sayang. Namun mungkin rasa-rasanya sudah saatnya pula jika gemuruhmu itu sedikit dikeluarkan agar mereka semua mengerti apa maksud dan jalanmu. Kau adalah jalan dan aku pula oase di tengah padang pasir. Jangan permalukan bangsa kami dengan kelakuanmu yang masih seperti itu. Tolong.
Aku memang belum sepenuhnya menerima jalan yang ada dalam benakmu, namun aku mencintaimu dengan hati cinta ini, setengah karena mungkin terlalu banyak kubagi dengan Tuhanku. Kau yang aku sayang dan janganlah berlaku membahayakan mentalku lagi.
Bukankah kau sendiri yang mengajarkan tentang dosa namun kau pula yang mencoba melakukan kenakalan2 kecil tak berguna.
Apa karena coverku selama ini, kau menjadi mengaggap aku seperti orang-orang kebanyakan. Tidak sayang. Kebanyakan orang mengaggapmu hanya teman. Dan aku lebih. Terlebih lagi aku tak setegar itu. Sayang aku mohon jika kau ingin jalanmu menjadi sebuah jalan, maka gunakan yg ada dari bangsamu dan bangsa kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar