sebenernya kalo mo bilang ini 2 hari berturut-turut part 4 gak apa2 juga sih.
atau mau bilang pengantar My Little Prince juga boleh....
(lo smua ud baca cerbung 2 hari berturut2 di blog ini kan? klo gak, baca dlu deh mendingan, dr pda pas di tgh2 malah malu snediri krna gtw jalan ceritanya)
JUST KIDS and BABY
yg jelas cerita ini aku dedikasikan buat :
1. Kang Yan *siapa sih dia. *kok ada di urutan 1? *iuuu pisss
2. Evy Aprilia *cemen bgt dia, nunduk doang
3. Ria yuliasari *polos bgt kayak bakso
4. Kak Dirun *jurnalis di TKP
5. Randika Gustiadi Putra *kan di atas gue bilang "sebenernya kalo mo bilang ini 2 hari berturut-turut part 4 gak apa2 juga sih. " ya jelas pst ada dianya lah, helooo ... masalah buat lo, *ehh
6. keluarga besar BKI baik yg ada di TKP maupun sdg di mana kek kalian smua. kenapa pada gak ikut baksos *presiden bersuara.
di suatu sore gue udah ribet banget sama yang namanya baksos. baksos ini adalah baksos yang sama yang pernah gue ceritain di 2 hari berturut-turut part 3. sama kok, jadi lo smua yg udah baca gak akan merasa limbung? yang gak baca? lo gue ikut ke kosan gue, baca di kosan gue.
tiba-tiba sms aku bunyi dong, hebat bgt kan.
"Maaf selfa, saya tuh besok ternyata gak bisa. digantiin sama temen saya aja ya. sama Kang Brian." -Kak Akbar-
pas gue baca sih gue biasa aja, soalnya kan udah ada penggantinya ini, kubalas lah smsnya Kang Akbar (mantan trainer di baksos gue) "Oke kang gak apa-apa kok, sy mnt kontaknya Kak Brian yah."
masih nyante lah gue, terus gue ngasih tau ke wakil gue, Evina.
"Vi, Kak Akbar gak bisa, digantiin sama kak Brian."
"Haaaah? terus plakat sama sertifikat gimana?? kan udah jadi atas nama Kak Akbar Emas."
mati gueeee seakan ada gluduk petir yang menyambar kaki gue. oh iya yah kan udah kecetak atas nama Kak Akbar. gimana dong nih, mana duit baksos udah minim begene.
"Terus gimana dong ini Vi ?" tanya gue rada panik.
"Ya udah aku tanya sama Kak Luvita yah. aku lagi sama dia nih."
nah kak Luvita ini adalah kakak kelas yang paling gokil yg pnh gue kenal, saking gokilnya jd rada nyebelin sih ohahahahhaaa...
5 menit kemudian
KRIIIINGGGGGGGGGGGG
BB gue bunyi *asik dah pake BB ahahahahaha
"Katanya Kak Luvita tanya langsung aja ke Kak Akbarnya, gmna kebijakan dia."
"Oh gitu yah, oke deh, aku langsung tanya sekarang aja nih, makasih ya evina."
"yuk sama-sama, semangat ya adisa, jangan lemes gitu.."
"Oke okeeee..."
maka gue tanyalah ke Kak Akbar, dan katanya Kak akbar "Udah gak apa-apa, Kak Brian nya juga sama-sama dari MOTIVATION kok. dia temen saya juga."
yaa gue pikir karena mereka sama aja, yaa gak gue ganti deh., nyantai ajaaa...
keesokan harinya
intinya ribet-ribet banget dagh pagi-pagi, kayaknya gak perlu gue ceritain detail, nanti malah ketauan gimana lebaynya seorang Adisa Putri kalo lagi jadi ketupel.
Udah ribet begini pake ketemu Ardo lagi naik motor lah, aku gak bisa manggil seakan lidah ini tersendat, *asli baru kali ini ngerasain kesendat kayak yang sering orang-orang bilang..
tapi yang gue tandai selanjutnya adalah komentar orang-orang tentang plakat n sertifikat :
"Loh kok Kang Akbar, katanya ganti."
"Ehh ini salah terus gimana dong?"
"Laah gak diganti?"
"Adisa ini namanya salah terus gimana dong?"
"Gimana dong ini, "
apaan sih mereka itu yah, cerwet banget, gak tau aku lagi pusing apah? padahal kan ini udah melewati tahap konfirmasi gitu loh... jadi nyantai aja napa sih mbak.
aku pun masih menganggap semua itu sepele.
lalu tibalah saat si Kak Brian tampil. guenya duduk aja, nyantai juga nih sambil memperhatikan training yang dia berikan.
kalo facebook cuma bisa ngasih 1 jempol, gue kasih 2 jempol dh buat Kang Brian.
sesudah dia perform saatnya memberikan penghargaan berupa plakat n sertifikat.
Kang Brian berkata "Saya aja yah yang difoto jangan bareng sama dia."
WHAT THE HELL
sumpah gue merasa dipermalukan di depan umum, segitu ikhwannya lo? gak mau foto bareng sama gue, temen gue yang gak mau natap mata gue aja masih mau foto bareng ama gue, walopun rame2. oke gue bercandain balik ae, "Ya sama penghargaannya juga, saya mah gak usah."
abis beres, tiba-tiba dia bersuara dengan lantang di samping panggung, "wah saya gak terima nih, nama saya bukan Akbar, nama saya Brian."
ini apa-apaan dalam hati gue? mereka gak kordinasi klo bakalan ada hal kayak begini?
Kak Akbar kok gak tanggung jawab gini sih.
"Pokoknya saya minta pertanggung jawabannya, saya minta penjelasannya."
"Di luar aja di luar aja, gak enak sama anak-anak" seseorang bergumam.
oke baiklah gue mau di luar, tapi anehnya gue kayak dihadang untuk ke luar. oke baiklah gue hadapi di ruangan baksos ini, di depan anak-anak.
"Ini maksudnya apa? saya gak terima, saya gak butuh ini semua. Apa saya terlihat gendut, enggak kan? sampe-sampe kalian nyebut saya Akbar."
memang Kak Akbar adalah orang yang gendut, so lo ngatain Kak Akbar, wah gitu2 dia senior gue coy di mankom. dalam hati aja aku bergumam. ohhh sabar sabar, tenang tenang, gue harus bisa hadapi semua ini, karena kemungkinan MTV akan lbh kejam dr pda ini semua. tenang tenang gak boleh nangis Adisa, jangan sampe nangis ya Adisa, itu justru membuat kamu terlihat tak profesional.
"Ya kak maaf, nanti saya print ulang." ujarku datar.
"Sekarang gini loh, ini tuh bukan masalah print lg apa gimana, saya gak terima, apa ini moment yang paling pentingnya, sampe-sampe bukan nama saya juga dipaksain untuk dikasih. gimana sih ini. pokoknya sekarang urusannya bukan sama saya lagi, tapi sama manager saya di MOTIVATION. saya gak mau tau sekarang saya udah gda urusan lagi sama kalian."
dalam hati gue, terus gue harus ngehubungin manager dia lewat mana ya ? aduh kok keren banget sih ni orang udah punya manager segala. siapa sih dia *loh,
ampuni dosaku ya Alloh.
"Kalo mau main sertikikasi, saya ada kok sertifikat dari kantor saya dari MOTIVATION, bisa kalian liat semuanya. lembaga kami bukan main-main, lembaga kami udah berdiri selama 3 tahun dan jujur ini adalah kali pertama saya dapat kasus yang aneh kayak gini."
gue pun hanya terdiam, gue gak tahu harus ngapain, mana Evina cuma nunduk dan diem aja lagi, aduh evina ngomong kek apa gitu jangan biarin gue hadapin ini sendirian....
ini lagi si Kak Brian, lembaga baru 3 tahun aja, lagunya udah selangit banget ya, perasaan yg udah belasan tahun aja biasa2 aja kok. Kak Akbar juga, bukannya kordinasi dulu kek ama Kak Brian, kan gue yg jadi korban..
Astaghfirullah ngomong apa hati aku ini, jangan biarkan hati ini ternoda gara-gara dia,
"Pokoknya ini semua saya balikin yah, ini saya kembalikan oke. Dan ingat kalau BKI ngadain acara kayak gini, jangan pernah ngundang saya lagi." katanya dengan tegas sambil kumenerima sertifikat dan plakat itu.
JLEBBBB!!!!!!!
sumpah gak tau lagi mau ngomong apa. aku masih diam ajaaaa....
nangis banget rasanya, tapi itu tak aku tunjukkan.
ini acara aku, aku udh anggap ini acara aku, sukses apa gak nya acara ini sama aja sukses apa gak nya aku.
dan acara ini udah ternoda, pembicara utama menyatakan pernyataan yang membuat acara ini hancur sehancur-hancurnya.
jujur aku merasa hancur saat dia mengatakan hal itu.
aku tahu aku tidak profesional.
Ya Allah, kalau ini caramu supaya hamba belajar, aki terima, tapi ijinkan aku syok,
t
i
b
a
t
i
b
a
"YA KAK ADISA SEDANG DIKERJAIN KARENA HARI INI KAK ADISA ULANG TAHUN YEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE"
apaan neh ???
aku bingung dan seketika air mata itu pecah terpecah banget di pipi aku meleleh gak tau lagi mau bilang apa.
lalu kulihat Kak Luvita membawa kue kecil dengan lilinnya.
ya Alloh, apa ini tandanya acara ini berhasil, tapi mana mungkin, kami kehilangan kepercayaan sebuah lembaga yg berdiri selama 3 tahun, aku dikritik abis-abisan.
maka aku dibawa ke panggung dan mereka semua menyanyi selamat ulang tahun
gak tau mau ngomong apa yang jelas air mata ini pecah karena aku terharu bahagia, mereka semua masih inget sm ulang tahunku yang aslinya tgl 6 feb bukan 26 feb..
19 tahun dan di tahun ke 19 aku dikejutkan dengan semua ini. aku bahagia. aku benar-benar bahagia ya Alloh.
ya Alloh sepertinya ini belum seberapa dibanding dengan MTV yang akan aku hadapi nanti, pasti aku akan lbh menguras hati, aku mohon loloskanlah aku dr kekejaman yang ada, aku ingin dapat nilai yg bgus di semester ini, dan semester selanjutnya dan aku ingin bersama mereka selamanya.
saling mencintai, karena kalau aku sudah kembali ke perkuliahan, aku sanksi apa di ruangan itu ada yang mencintai aku.
pulangnya, aku ingin berbagi dengan adikku Niko, tentang cerita ini.
tapi kalau aku sms duluan, rasanya aneh. baiklah kupendam saja dulu, biar Niko tahu lewat blog ini.
saat sampai di kosan Evina, aku buka hpku, ada sms
"Gimana tadi baksosnya? sukses gak?" _Niko_
haaaaaaahhhh, ini benar-benar menakjubkan, Niko memang selalu hadir di saat yang tepat.
namun kadang tidak tepat sih, gimana enggak? masa iya dia bales sms isinya, "Kak buku kom pol sama kom or nya udah ada, mau diambil kapan." padahal bberapa hari yang lalu dia tuh sms, "Kak mnding belinya di deket pangdam aja, di saya 44 ribu soalnya." penjual macam apa tuh kayak gitu.
tapi kalau aku batal memebeli, kasian Niko. baiklah, aku tak mungkin melakukan hal setega itu terhadapnya.
"Nih kak."
"Ya akhirnya aku dituntut juga untuk mengerjakan tugas. Makasih ya Nik."
"Eh kak 94 ribu smuanya bukan 84."
ampun, buku ini hadir aja udah cukup menyusahkan keuangan gue, ini lagi pake salah harga.
"Nik, ngutang dulu yah kakak br punya 70rb."
"Ya santai aja Kak Adisa."
setelah itu kami mengobrol sebentar lalu pulang.
keeseeokan harinya aku kuliah seperti biasa, biasa hambar, biasa belajar, biasa ikhlas, biasa-biasa saja. kemudian aku pulang dan ini juga sama seperti biasa. walau aku tak pernah terpikir tapi Alloh selalu memberikan apa yang indah-indah.
TRING, sms berbunyi.
"Adisa, udah beli buku kom pol belum? kalo udah besok bawa ya, kita bagi-bagi tugas buat presentasi bab 8." -Nisa-
lagi dan tak tau lagi harus berapa kali lagi bilang kata lagi.
Niko hadir di saat yang tepat, bukan seperti itu juga, tapi semua itu dipilihkan melalui tangannya.
jam terus berganti, karena gue ngedapetin kabar yang satu ini gak sampe ngelewatin satu hari.
jadi pas pulang kuliah besokannya *eh lewatin satu hari dong *yaudah lah ya
aku ketemu sama kak Hanif, dia ketua BKI.
"Eh Adisa.. sini cerita dulu lah tentang yang kemarin." panggilnya saat aku keluar dari gedung 2. lalu saat aku melihatnya, aku langsung menghampirinya.
"Gimana kemarin Adisa?"
"Parah kak, aku kesel tapi masih penuh tanda tanya."
"Tanda tanya? kenapa?"
lalu kuceritakanlah semua kejadian yang menimpa aku dan karirku. *Gak mungkin juga kan gue ceritain ulang, baca aja dari atas lageee...
lalu Kak hanif pun menjelaskan sesuatu.
"Ah ahahahaha bohong itu Adisa, Adisa cuma dikerjain. seharusnya Adisa bisa loh bilang gini ke Brian, kalo dari Brian dan Akbar juga gak ada kordinasi dan lembaga mereka gak memanage hal yang semacam kemarin. Dah jangan sedih, ini bukan sepenuhnya kesalahan Adisa kok."
cukup 2 kata : LEGA BANGET.
dan memang pas pulang ke kosan juga aku sempat dikonfirm ulang sama kak Brian sendiri.
Briananda Out Of The Big BOx
ish...di blognya belum diklarifikasi kalo saya dan Motivaction cuma ngerjain doang :D
begitulah katanya lewat facebook..
semua kisah singkat ini memang benar singkatnya. tapi banyak pihak yang terlibat, makanya gue ulang lagi nih kalau mau bilang ini 2 hari berturut-turut part 4 ya juga gak apa-apa,
seperti ada Niko yang selalu hadir di setiap kebahagiaan yang aku miliki, dan aku hanya berharap dia hadir di saat hari terburuk itu, agar itu berubah menjadi hari pertolongan aku sedunia.
baiklah, seperti yang pernah gue paparkan pada cerita 2 hari berturut-turut part 1
mata aja kita gak minta udah dikasih, maka bersyukurlah selalu.
dan aku percaya keajaiban selalu datang dari arah yang tak terduga.
islam itu romantis bung !
-From Adisa with Love-



Tidak ada komentar:
Posting Komentar