jangan sebutkan di mana tempat dia bernaung dan berteduh.
jangan sebutkan dimana tempat ia sering datang.
jangan sebutkan tempat yang handak dia tinggalkan,
jangan tujukan dg orang yg prnah kenal dia dekat
jangan sebut namanya
jangan baca namanya
jangan membuat kerinduan yang tak ada terjemahannya.
aku tak bisa menerjemahkan apa yang aku rasa.
aku tak bisa menerjemahkan apa yang aku baca.
aku tak bisa menerjemahkan apa yang aku dengar.
aku tak bisa menerjemahkan apa yang aku tahu, apa yang aku alami apa yang aku sentuh.
semuanya asing untuk aku dan hatiku, untuk otakku, untuk bibirku untuk suaraku untuk pita suaraku, untuk sesuatu yang ingin kupeluk untuk sesuatu yang ingin kucium untuk sesuatu yang ingin kumiliki selamanya.
bahasa itu tak kumengerti
bahasa itu tak kupahami
bahasa itu tak terdengar dia akal sehat
bahasa itu tak tercerna di pikiran
bahasa kerinduan yang tak dapat diterjemahkan.
dewa cinta siapa dia?
dewi asmara apakah dia?
lalu apa aku patut menanyakannya pada anda?
ini bukan kegalauan karena ini lebih berkelas dari pada kegalaluan.
ini bukan kesedihan yang berkepanjangan karena aku bahagia
ini bukan kebahagiaan karena aku masih memendam sesuatu
ini bukan cinta
apa bukan cinta?
maaf aku tak bisa menjawab
ya ini bukan
atau iya
eh bukan!
ini bukan cinta karena masih ada cinta tandingan maka keduanya pecah dan menjadi komponen non cinta.
pergerakanmu sungguh membuat magnet yang berbeda.
magnet saja sudah sangat berbeda dari yang lain
semua membawaku selalu mengikuti kemana kamu pergi.
semua selalu ada saat kamu ada
dan semua hilang saat kamu hilang.
aku ingin menari bersama kamu selamanya
aku ingin memeluk kamu selamanya,
aku ingin memberimu makan selamanya'
aku ingin kamu bahagia
kita bahagia bersama
jangan sekarang
sekarang saja'
rasanya satu detik tak cukup untuk melepas segala kerinduan yang tak memiliki terjemahan ini
aku butuh lebih banyak waktu dan pengalaman agar aku mengetahui siapa kamu sebenarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar