Diadaptasi dari film “The Hunger Games” aku mengambilnya menjadi “The Hunger Leader”. Sungguh aku tak percaya mengapa semua ini bisa terjadi, karena sungguh aku berharap dan bahkan tak pernah membayangkan mengapa semua ini bisa terjadi. Ya Rabb seharusnya kejadian ini tidak pernah terjadi, tapi Kau berkata lain.
Sore itu saat kalian menproklamasikan siapa ketua baru untuk kaum perempuan, terus terang aku merasa berpikir ulang untuk tak ingin dan tak ingin terlintas di pikiranku untuk terpilih memimpin kaumku sendiri, kaum perempuan. Namun sore itu juga menjadi saksi, kalau penghapusan atas harapan dari pikiranku, tidak terkabul.
Wanita itu memelukku dengan sangat erat, itu tandanya aku lah yang menjadi ,mas’ul kamu perempuan di daerah tersebut. Saat mataku terpejam, makin terpejam ketika pelukan itu memang benar-benar jatuh di tubuhku, bukan di tubuh sahabatku, atau bahkan di tubuh wanita yang lebih baik dariku, juga bukan di tubuh wanita yang sangat pantas disandingkan pada pemimpin kaum laki-laki.
Saat pelukan itu benar-benar nyata dan mataku harus terbuka melihat semua kenyataan, aku harus bertakbir dan menggemakan takbir itu sebagai kalimat pertama yang aku janjikan. Allahu Akbar!!! Maka aku menjadi apa yang selama ini sempat aku bayangkan, maka aku tak dapat kesempatan untuk menjadi wanita yang diayomi secara terstruktur lagi. Aku bahagia sekaligus takut..
Ini adalah sketsa gambar yang mungkin bisa diadaptasi bagaimana keadaanku sore itu. Aku sanggup maju, aku sanggup untuk berbicara, aku sanggup melaju, namun batin ini belum sepenuhnya sanggup. Tetapi karena semua itu sudah pernah berjalan di pikiranku maka aku tak ingin mengecewakan kalian dan amanah tak akan pernah salah.
Malam-malam aku pun tersadar sedikit demi sedikit. Takdir ini tak mungkin dirubah, seperti hatiku selalu bilang, tanggung jawab adalah sebuah hadiah dan kado masa depan. Hanya orang-orang terpilih lah yang dapat menikmati sebuah tanggung jawab. Dalam sketsa yang kedua terlihat wajah yang begitu yakin, terlihat wajah yang begitu antusias akan semua apa yang ada di hadapannya. Dan percaya bahwa anak panah pasti mendarat di tempat yang tepat.
Apa tempat yang tepat, MENURUTKU tempat yang tepat adalah tak mengubah tempat yang terdahulu, sekali lagi MENURUTKU. Siang hari berikutnya aku bersiap untuk melaju dan memanahkan anak panah yang sesuai dengan titiknya. Aku duduk dengan bangga dengan segala pikiran, pikiran terdahulu. Tetapi semua itu sirna, bagaikan beras yang bertumpahan seperti air ketika karungnya bocor.
Kepala pria segala pria di tempat itu, berkata dengan lantang dan yakin, meyakinkan aku sebagai kepala baru, bahwa kedudukan kami (mungkin) sejajar. Sama-sama sebagai pemimpin daerah yang ada di sana, bedanya aku untuk kamu wanita dan ia kaum pria. = sejajar. Maka aku tak akan pernah memiliki anggota. Padahal hal itu, sudah kubayangkan berikut anak panah mana yang aku gunakan demi keberhasilan dakwah kita. Tapi semua itu sirna.
![]() |
| sejajar |
Menatap ke depan, berargumen sekuat mungkin, hanya dengan hasil keringat yang bercucur tanpa perubahan keputusan. Aku sungguh bingung. Tolong wajar jika aku bingung, aku masih manusia biasa. Setelah mengetahui kenyataan bahwa semua telah berubah. Sungguh ini ujian. Di saat aku yang harus maju, smua brubah dan aku harus khilangan apa yg slma ini aku nanti2. Sungguh ini sedih sebetulnya. Karena di dlm diriku msih tersisa aku yg dulu. Aku yang masih takut dengan pembagian yang jelek, kedapatan yang tak baik untukku, baik untuk orang lain.
Astaghfirullah, this’s first day, first meeting dan aku harus menunggu langkah selanjutnya, agar aku lebih tahu apa yang harus aku lakukan. Dan aku lebih bisa mencintai kalian, seperti kalian mencintai aku melalui keputusan ini.
Salam Adisa



Sabar ya sayangku.
BalasHapusKadang apa yang kita inginkan tak sama dgn yang kita dapatkan. Tapi segala sesuatu pasti ada hikmahnya.
Mungkin selfa bisa bilang 'kakanya bisa ngomong gitu karna kakak ga ngerasain'.
ya shella memang tidak sedang diposisi selfa, mungkin aku juga bingung harus kaya gimana klo ad di posisi selfa.
Untuk itulah knp Selfa menjadi yang terpilih, Mengapa ALLAH memilih selfa karna selfalah yang PALING MAMPU dari yang lain. Keep Istiqomah de.
Sapa bilang dirimu ga punya anggota, akhwat ditiap departemen itukan angoota keputrian, sbg anak panah program dakwah keputrian :D