Senin, 01 Oktober 2012

Sore yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi

ini adalah sebuah kisah tentang apa yang terjadi di belakang lalu, dan apa yang dijelaskan di masa kini, dan apa yang direncanakan di masa mendatang. ketika aku merasa waktuku di sini sebentar lagi dan segala yang kuinginkan rasanya lebih banyak dari waktu yang aku miliki. aku benar-benar pusing. masih banyak sekali keinginan dan harapan yang masih mereka gantung dan kugantungkan. salah satunya adalah sore ini, ketika kami merapat dengan perasaan yang kukira, aku pasti. tetapi pada kenyataannya aku masih tidak stabil juga.
rangkaian ini ternyata masih sangat panjang dan semuanya masih mengganjal dan tak butuh hanya sekadar "bicarakanlah!" tapi aku masih memelihara keinginan untuk perwujudan ini. dan aku kembali tak mengerti.

sore yang cerah untuk jiwa yang sepi, aku menangis dan mereka tak pernah mengerti. aku tak mau mengerti dengan keadaan yang aneh ini. aku tak mau mengerti lagi apa yang aku rasakan. sakitku, perihku, setelah kepergian dan setelah permainan batin yang kalian mainkan. aku tak mau mengerti !!!!!

Yang Maha Kuasa dan Maha Mengatur, apa yang harus aku lakukan di tengah pergolakan antara hati, fakta dan jiwa? apa yang aku lakukan antara hati, konsep, ide, fakta dan jiwa ini? aku benar-benar sudah tak mau mengerti lagi. aku bahkan sangat lelah selelah-lelahnya. fakta seakan tak pernah menjadi fakta, raga seakan tak pernah ada yang bernyawa, dan harapan seakan hanyalah mimpi-mimpi yang sempurna. aku tak mau mengerti lagi.


telinga ini seakan kututup sendiri dengan kesedihanku yang berkepanjangan walau aku tahu itu tak baik dan sangat tidak baik. dan aku tak mau mengerti lagi. oh Yang Maha Agung, rasanya aku ingin mengungkapkan lagi. namun aku takut kecewa !!!!!! aku takut kecewa!!!! kekecewaan sekaan menjadi momok bahkan mengalahi hantu manapun yang ada di dunia ini. semua menghantuiku saat aku hendak bicara, semua menampakan dirinya saat aku hendak mengangkat bibirku, semua seakan ingin mencekik leherku saat aku hendak mengeluarkan satu kata.

oh langit !!! penduduk langit, mungkin lah kau akan menyebut-nyebut namanya? oh langit !!!! jika di bumi ini sudah tak ada lagi yang bisa mendengarku, tariklah aku untuk mengenal penduduk langit seperti dia yang selalu ingin bergaul dengan kalian .... oh langit ! aku sudah jenuh dengan kelakuan dunia yang begitu tak adil dengan apa yang mereka putuskan, oh langit, rasanya aku ingin bergabung dengan kalian, menari bersama bintang-bintang dan selalu didengar baik lirih maupun gembira, baik bisikan maupun teriakan.

aku ingin sekali !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
langit aku ingin mengenalmu lebih jauh, langit kau yang mengenal fakta, mereka tidak, padahal di bumi adalah tempat fakta berkumpul tapi mereka tak pernah belajar. langit, mereka yang dibumi adalah sumber suara dan sumber informasi, tapi mereka seakan tak pernah tahu kalau mata yang mereka miliki adalah kekuatan yang lebih indah dari apapun. terbang semua terbang, terbang jangan pernah kembalikan aku ke hirup pikuk bumi yang tak jelas ini. tenang langit, aku sudah punya teman di sana, temanku yang mungkin hari ini tepat 2 tahun kami berteman. teman taman langitku ....... aku rindu denganmu temanku, ingatkah kau hari ini mungkin hari 2 tahun kita saling mengenal. aku bahagia mempunyai kau di langit..

langitku, temanku yang kusayangi. tarik aku, kenalkan aku dengan keindahan taman langit yang murni, semua terbuka tanpa sisa. apa yang mereka lakukan itu sama sekali seperti bukan ada di bumi, mungkin di asteroid lainnya. langit percayalah aku sudah kembali ke habitatku di langit. aku dan temanku itu memang cocok tinggal di sana, bersama bulan dan bintang menari bersama dan kami bahagia.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar